AD ART BEM STAI LUBUKSIKAPING

ANGGARAN DASAR

KELUARGA MAHASISWA

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM

LUBUKSIKAPING

Mukadimah

Bahwa sesungguhnya mahasiswa mengemban tugas dan tanggung jawab cita-cita perjuangan bangsa indonesia,karena masa depan bangsa indonesia sangat dipengaruhi oleh eksistensi mahasiswa sebagai bagian kekuatan pemuda dalam segala dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam upaya mewujudkan iklim akademik dan kemasiswaan yang kondusif,dinamis dan mandiri untuk iklim akademik yang sehat,maka pembinaan dan pengembangan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Ioslam Lubuksikaping yang didasarkan atas nilai-nilai keislaman, keadilan dan hakikat kebenaran serta menjunjung tinggi prinsip-prinsi dasar akademik dan kebenaran ilmiah dalam naungan ilmu agar terbinanya sifat kritis sifat kritis, analitis, objektif, idealis dan bermoral agar terwujutnya semangat idealisme,cita-cita dan tanggung jawab terhadap agama, masyarakat dan bangsa indonesia. Dibutuhkan satu kesatuan organisasi yang merupakan wadah aspirasi dan perjuangan segenap Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam lubuksikaping.

Maka atas rahmat Allah SWT dibentuklah Keluarga Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping.

BAB I

NAMA,WAKTU DAN TEMPAT

KEDUDUKAN

Pasal 1

Nama

Organisasi ini bernama keluarga Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam lubuksikaping disingkat KEMA STAI

Pasal 2

Waktu

Organisasi ini bersiri pada tanggal 14 desember 2008  bertempatan dengan tanggal 17 zulhijah 1429 untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

Pasal 3

Tempat kedudukan

Keluarga Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam lubuksikaping kabupaten Pasaman sumatra barat.

Bab II

Azas, Landasan dan Prinsip

Pasal 4

Azaz

KEMA STAI Berazaskan Islam

Pasal 5

Landasan

KEMA STAI Berlandasan Tri Darma Perguruan Tinggi

Pasal 6

Prinsip

Prinsip KEMA STAI adalah kebebasan berkreatifitas, kebenaran ilmiah, kedaulatan mahasiswa, kebersamaan dan kekeluarga serta kerakyatan.

BAB III

TUJUAN DAN FUNGSI

Pasal 7

Tujuan

KEMA STAI bertujuan mewujudkan kondisi kemasiswaan yang dinamis dan mendukung peningkatan intelektual, peningkatan integritas kepribadian mahasiswa yang bermoral, beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa dalam rangka terwujudnya Tri Darma Perguruan Tinggi.

Pasal 8

Fungsi

KEMA STAI berfungsi sebagai wadah perjuangan aspirasi mahasiswa, pemersatu potensi dan kekuatan mahasiswa STAI Lubuksikaping .

BAB IV

BENTUK SIFAT DAN STATUS

Pasal 9

Bentuk

KEMA STAI adalah Organisasi kemahasiswaan berbentuk kekeluargaan.

Pasal 10

KEMA STAI bersifat semi otonom dan independen.

Pasal 11

Status

KEMA STAI Adalah Organisasi kemahasiswaan intra universitas yang merupakan kelengkapan non struktural universitas islam lubuksikaping.

BAB V

KEKUASAN

Pasal 12

KEMA STAI adalah pemegang kedaulatan tertinggi mahasiswa universitas islam lubuksikaping yang diwujudkan dalam hirarkis kekuasaan dalam forum kongres.

BAB VI

Keanggotaan

Pasal 13

KEMA STAI beanggotaklan seluruh mahasiswa sekolah tinggi agama islam .

BAB VII

Struktur organisasi

Pasal 14

Struktur organisasi

  1. Konggres KEMA STAI
  2. Musyawarah Mahasiswa Jurusan

Pasal 15

Struktur pimpinan

  1. badan eksekutif mahasiswa universitas islam
  2. Himpunan mahasiswa jurusan
  3. Unit kegiatan mahasiswa

Pasal 16

Struktur pengawasan dan konsultasi

Majelis perwakilan mahasiswa sekolah ( MPM ) sekolah tinggi agama islam lubuk sikaping.

BAB VIII

KEUANGAN

Pasal 17

KEUANGAN KEMA diperoleh dari :

  1. Uang kemajasiswaan dan pos-pos anggaran kemahasiswaan sekolah tinggi agama islam lubuksikaping.
  2. Iuran anggota KEMA STAI yang ditentukan dan yang disahkan dalam kongres KEMA STAI Lubuksikaping
  3. Sumbangan-sumbangan dan usaha-usaha lainyang sah, halal serta tidak mengikat.

BAB IX

LAMBANG DAN ATRIBUT

Pasal 18

Lambang

Lambang KEMA STAI mengacu pada lambang STAI Lubuksikaping.

Pasal 19

Atribut

Atribut KEMA STAI diatur dalam ketentuan tersendiri.

BAB X

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal 20

Anggaran dasar/anggaran rumah tangga KEMA STAI  hanya dapat dirubah dalam kongres / kongres luar biasa KEMA STAI .

Pasal 21

Keputusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya ½ + 1 dari jumlah peserta kongres yang hadir.

BAB XI

ATURAN PERALIHAN

Pasal 22

Sebelum dibentuk Majelis Perwakilan Mahasiswa dan badan eksekutif Mahasiswa menurut anggaran dasar / anggaran rumah tangga KEMA STAI ini, maka pelaksanaan dan tanggung jawab organisasi dipegang oleh kepengurusan Demisioner.

Pasal 23

Dengan ditetapkan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga KEMA STAI ini. Maka pedoman umum senat mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam lubuksikaping sebelumnya, tidak berlaku lagi kecuali kode etik kemahasiswaan STAI.

Pasal 24

Setiap peraturan, tata tertib organisasi atau pedoman umum yang telah dimiliki oleh kelengkapan-kelengkapan organisasi KEMA STAI masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan anggaran dasar/anggaran rumah tangga KEMA STAI.

BAB XII

ATURAN TAMBAHAN

Pasal 25

Dengan ditetapkan Anggaran dasar/anggaran rumah tangga KEMA STAI ini, maka lembaga kemasiswaan di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping segera menyesuaikan diri paling lambat 3 bulan semenjak ditetapkanya Anggaran dasar / anggaran rumah tangga KEMA STAI ini.

ANGGARAN RUMAH TANGGA

KELUARGA MAHASISWA

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM

LUBUKSIKAPING

BAB I

KEANGGOTAAN

Pasal 1

Anggota

  1. KEMA STAI beranggotakan mahasiswa yang terdaftar di sekolkah tinggi agama islam lubksikaping yang telah memenuhi syarat keanggotanya .
  2. syarat-syarat keanggataan sebagaimana tersebut dalam ayat satu (1) di atas adalah :

–         percaya dan bertaqwa kepada Allah SWT.

–         Mahasiswa sekolah tinggi agama islam yang terdaftar dalam jenjang pendidikan S1.

–         Telah memenuhi Persyaratan administratif menurut tata cara dan prosedur yang diatur dalam ketentuan tersendiri.

Pasal 2

Hak dan kewajiban Anggota

Hak dan kewajiban

  1. anggota KEMA STAI  Lubuksikaping mempunyai hak :
    1. Memilih dan dipilih
    2. Berpartisipasi pada setiap pekerjaan yang diadakan oleh organisasi KEMA STAI.
    3. Memperoleh perlakuan yang sama.
    4. Mempertahankan serta membela diri
  2. Anggota KEMA STAI  mempunyai kewajiban :
    1. Menjunjung tinggi dan menjaga nama baik KEMA STAI dan almamater Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping.
    2. Mentaati dan melaksanakan anggaran dasar/anggaran rumah tangga KEMA STAI serta aturan organisasi lainya.

Pasal 3

Berakhirnya masa keanggotaan

Keanggotaan KEMA STAI berakhir karena :

  1. Meninggal dunia.
  2. Status kemahasiswaanya telah berakhir.
  3. Dicabut keanggotanya berdasarkan ketentuan khusus.

Pasal 4

Sanksi-sanksi

  1. Setiap anggota KEMA STAI yang dinilai telah merusak nama baik organisasi atau almamater, melanggar AD/ART KEMA STAI dan aturan-aturan organisasi lainya dapat dikenakan sanksi-sanksi :
    1. Peringatan secara lisan maupun secara tulisan
    2. Skorsing dan atau pencabutan sementara stastus keanggotaanya.
  2. Kriteria pelanggaran dan mekanisme pemberian sanksi sebagaimana tersebut dalam ayat satu diatas, diatur dalam ketentuan sendiri.

BAB II

KONGRES

Pasal 5

Status dan kedudukan

  1. Kongres KEMA STAI adalah forum evaluasi dan pengambilan keputusan tertinggi KEMA STAI.
  2. KONGRES KEMA STAI merupakan kelengkapan organisasi yang bersifat non strruktural.

Pasal 6

Waktu

  1. Kongres KEMA STAI diadakan satu kali  dalam satu tahun.
  2. Dalam keadaan luarbiasa kongres KEMA STAI dapat menyimpang dari ayat satu diatas.
  3. Ketentuan ayat 2 diatas dapat dilaksanakan atas dasar keputusan majelis perwakilan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam lubuksikaping yang selalu mengacu kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KEMA STAI.

Pasal 7

Kekuasaan dan Wewenang

  1. Meninjau dan menetapkan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga KEMA STAI.
  2. Menetapkan dan mengesahkan Garis-Garis Besar Haluan Organisasi kerja badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping.
  3. Menetapkan dan mengesahkan rekomendasi rekomendasi badan aksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam lubuksikaping.
  4. Mengevaluasi, menilai dan mengesahkan laporan pertangung jawaban badan eksekutif Mahasiswa mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam.
  5. Memilih presidium sidang kongres yang dihadiri oleh peserta konnger.
  6. Menetapkan perturan dan mekanisme pemilihan umum.
  7. Menetapkan dan mengesahkan kandidat presiden formatur badan eksekutif,
  8. Menetapkan aturan-aturan lainya berdasarkan persetujuan peserta kongres.
  9. Mendengarkan pandangan umum sumbang saran dari BEM.

Pasal 8

Peserta

Peserta konges KEMA STAI adalah :

–         Seluruh anggota Majelis Perwakilan Mahasiswa STAI Lubuksikaping sebagai pserta penuh.

–         4 ( empat ) orang utusan dari masing-masing lokal sebagai peserta penuh.

–         Pengurus badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping Peserta peninjau.

–         4 utusan peninjau dari masing-masing lokal.

–         MPM dan undangan sebagai peserta peninjau.

Pasal 9

Forum

  1. Kongres KEMA STAI dinyatakan forum apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya setentah dari jumlah ditambah satu dari jumlah peserta penuh.
  2. Apabila ayat 1 tidak terpenuhi maka sidang ditunda dua kali dua belas jam dan setelah itu dinyatakan syah/voting.

Pasal 10

Pengambilan keputusan

  1. Pengambilan keputusan dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat.
  2. Apabila ayat satu tidak terpenuhi maka pengambilan keputusan dengan cara memilih suara terbanyak/voting.

Pasal 11

Penanggung jawab

Penanggung jawab penyelenggaraan kongres KEMA STAI adalah Majelis Perwakilan Mahasiswa STAI Lubuksikaping.

BAB III

MUSYAWARAH MAHASISWA JURUSAN

Pasal 12

Status dan kedudukan

1. Musyawarah Mahasiswa Jurusan adalah forum pengambil keputusan tertinggi organisai kemasiswaaan ditingkat jurusan.

2. Musyawarah mahasiswa jurusan merupakan kelengkapan organisasi KEMA STAI yang bersifat non structural.

Pasal 13

Kekuasaan dan wewenang

1. Menetapkan mekanisme pemilihan anggota himpunan mahasiswa jurusan.

2. Memilih dan menetapkan Calon Ketua/formatur Himpunan Mahasiswa Jurusan.

3. Mengevaluasi, dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban himpunan mahasiswa jurusan .

4. Menyusun dan menetapkan Garis-Garis Besar Program Kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan.

5, Penyusun dan menetapkan rekomendasi-rekomendasi yang berkaitan dengan persoalan Kemasiswaan di tingkat jurusan.

6. Menetapkan dan mengesahkan Ketua /Formatur Himpunan Mahasiswa jurusan.

Pasal 14

Peserta

1. tiga orang utusan penuh masing-masing lokal jurusan.

2. dua orang peninjau dari masing-masing lokal .

3.  Pengurus Himpunan Mahahsiswa Jurusan sebagai peserta peninjau yang merupakan penanggung jawab musyawarah mahasiswa jurusan.

Pasal 15

Forum

  1. Musyawarah mahasiswa jurusan dianggab syah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ n + 1 dari jumlah peserta penuh.
  2. Apabila ayat 1 tidak terpenuhgi maka musyawarah mahasiswa jurusan ditunda selama 2 kali 12 jam dan selain itu dinyatakan syah/voting.

Pasal 16

Pengambil keputusan

  1. Pengambilan keputusan dilakukan dengan cara musyawarah dan mufakat.
  2. Apabila ayat 1 tidak terpenuhi maka pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak/voting.

Pasal 17

Penanggung jawab

Penanggung jawab penyelenggara musyawarah Musyawarah mahasiswa jurusan adalah pengurus himpunan mahasiswa jurusan.

BAB V

MUSYAWARAH UNIT KEGIATAN KHUSUS MAHASISWA

Pasal 23

  1. Musyawarah  Unit Kegiatan kusus Mahasiswa adalah forum Pengambilan keputusan tertinggi pada kegiatan kusus mahasiswa STAI .
  2. Musyawarah ini kegiatan kusus Mahsiswa merupakan kelengkapan organisasi bersifat non struktural.

Pasal 24

Mekanisme

Tata cara penyelenggaraan musyawarah Unit kegiatan kusus mahasiswa diatur lebih lanjut dalam ketentuan sendiri.

Pasal 25

Kekuasaan dan wewenang

  1. Menilai dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban pengurus unit kegitan kusus kegiatan kusus mahasiswa .
  2. Menyusun atau menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Progaram Kerja Unit Kegiatan kusus Mhasiswa.
  3. Memilih dan menetapkan formatur / ketua unit kegitan mahasiswa.

Pasal 26

Tanggung jawab

  1. Penanggung jawab penyelenggaraan Musyawarah Unit Kegiatan kusus mahasiswa adalah Pengurus Unit kegiatan kusus mahasiswa.
  2. Pengurus unit kegiatan kusus mahasiswa bertanggung jawab menyampaikan hasil Musyawarah Unit Kegitan kusus Mahasiswa kepada pengurus BEM DAN HMJ.

BAB VI

MAJELIS PERWAKILAN MAHASISWA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM LUBKSIKAPING

Pasal 27

Status dan kedudukan

  1. Majelis perwakilan mahasiswa merupakan pelaksana fungsi pengawas, konsultasi dan legislasi KEMA STAI.
  2. Majelis perwakilan mahasiswa merupakan kelengkapan organisasi yang berkedudukan ditingkat sekolah tinggi.

Pasal 28

Tugas dan wewenang

  1. Majelis perwakilan mahasiswa mempnyai tugas :

–         Mengesahkan dan menetapkan pengurus badan eksekutif Mahasiswa Universitas Islam STAI Lubuksikaping menampung dan menyalurkan aspirasi seluruh anggota KEMA STAI.

–         Mengawasi jalanya pelaksanaan fungsi Badan Eksekutif Mahasiswa STAI L;ubuksikaping.

–         Memberikan saran dan pendapat kepada pengurus badan eksekutif mahasiswa STAI Lubuksikaping.

–         Memberikan saran dan kritik serta pendapat kepada pihak kampus.

–         Mengadakan evaluasi terterhadap kepengurusan dan kegiatan badan eksekutif mahasiswa STAI Lubuksikaping.

  1. Majelis Perwakilan Mahasiswa mempunyai wewenang :

–         Mempertimbangkan dan mengesahkan rencana peraturan dan usulan yang diajukan badan eksekutif mahasiswa STAI Lubuksikaping.

–         Mengaji pengurus badan eksekutif mahasiswa STAI Lubuksikaping untuk melakukan dengar pendapat/audensi/hearing.

–         Memberikan teguran kepada pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa STAI Lubksikaping apabila terjadi penyimpangan terhadap AD/ART, hasil kongres dan peraturan-peraturan lainya.

–         Apabila pengurus BEM STAI tidak mengindahkan teguran/himbauan yang disampaikan Majelis Perwakilan Mahasiswa berwenang memberikan mosi tak percaya kepada pengurus BEM STAI danmendesak pengurus BEM untuk menyelenggarakan kongres luarbiasa KEMA STAI secepatnya.

–         Majelis Perwakilan Mahasiswa STAI  mengambil alih kongres KEMA STAI apabila BEM STAI tidak bisa melaksanakanya tanpa alasan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Pasal 29

Pengambilan keputusan

  1. Keputusan dapat diambil apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ n + 1 dari jumlah anggota Majelis Perwakilan Masiswa STAI.
  2. Keputusan diambil dengan cara musyawarah untuk mufakat.
  3. Apabila ayat 2 tidak terpenuhi, maka keputusan dianggap syah apabila disetujui sekurang-kurangnya setengah tambah satu dari jumlah peserta yang hadir.

Pasal 30

Pengurus

  1. Pengurus Majelis Perwakilan Mahasiswa STAI sekurang-kurangnya terdiri dari seorang ketua dan seorang sekretaris yang merangkap anggota.
  2. Syarat-syarat pengurus Majelis Perwakilan Mahasiswa :

–         Bertakwa kepada Allah SWT.

–         Anggota Majelis Perwakilan mahasiswa STAI Lubuksikaping.

–         Terdaftar aktif sebagai Mahasiswa STAI smester 1 s.d. maksimal 7.

–         IPK 2,75 Pada saat pengangkatan .

–         Telah lulus masnal atau PKM 1 ( Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa islam.)

Pasal 31

Masa kepengurusan

  1. Masa kepengurusan Majelis Perwakilan Mahasiswa STAI adalah 1 tahun periode.
  2. Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa tidak dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya.

Pasal 32

Pengesahan dan pengukuhan

Pimpinan majelis perwakilan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam ditetapkan dan dikukuhkan dalm kongres Keluarga Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping, untuk selanjutnya disahkan dan dilantik oleh pihak pimpinan sekolah tinggi.

BAB VII

Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping

Pasal 33

Status dan kedudukan

  1. Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam merupakan fungsi pelaksana fungsi eksekutif tertinggi KEMA STAI.
  2. Badan eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam merupakan kelengkapan organisasi KEMA STAI yang berkedudukan ditingkat sekolah tinggi.

Pasal 34

Tugas dan wewenang

Badan eksekutif Mahasiswa STAI mempunyai tugas :

  1. Melaksanakan dan menegakkan Anggaran Dasar/Anggran Rumah Tangga, GBHPK dan badan eksekutif Mahasiswa Universitas Islam STAI Lubuksikaping ketetapan-ketepan kongresKEMA STAI serta ketentuan-ketentuan organisasi lainya.
  2. Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan ekstra kurikuler kemasiswaan ditingkat sekoolah tinggi.
  3. Mengkoordinasikan dan mengsingkronisasikankegitan ekstrakuliler kemahasiswaan ditingkat STAI.
  4. Melaksanakan sidang Pleno sedikitnya satu kali dalam satu periode pengurusan.
  5. Menyerahkan laporan kegitan ekstra kulikuler kemahasiswaan yang dilaksanakan dan dievaluasi pada Majelis Perwakilan Mahasiswa.

Bdan ekskutif Mahasiswa mempunyai wewenang :

  1. Mewakili Keluarga Mahasiswa keluar dan kedalam.
  2. Membuat peraturan dan ketentuan organisasi yang tiak bertentangan denagn AD/ART KEMA STAI serta tela disetujui Majelis Perwakilan Mahasiswa.STAI.
  3. Membentuk badan kusus di sekolah tinggi persetujuan majelis perwakilan mahasiswa.
  4. Mengadakan rapat terjadwal dan tak terjadwal dalam rangka melakukan koordinasi dan sinkronisasi kegiatan ekstra kulikuler Kemasiswaan di STAI.
  5. Dlam keadaan tertentu BEM STAI dapat mengganti anggota atau aparat organisasi BEM.

Pasal 35

Pengurus

  1. Formasi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa STAI terdiri dari presiden dan sekretaris jenddral.
  2. Formasi lengkap kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam telah tersusun /terpenuhi, terhitung 20 hari semenjak Presiden /formatur badan eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping terpilih.
  3. Syarat-syarat pengurus badan eksekutif Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping :

–         Anggota Keluarga Mahasiswa SekolaH Tinggi Agama Islam Lubuksikaping.

–         Terdaftar sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping minimla smester 1 dan maksimal smester 7.

–         Pernah aktif sebagai pengurus pada badan-badan kelengkapan KEMA STAI yang dibuktikan dengan data otentik.

Pasal 36

Masa kepengurusan

  1. Masa kepengurusan badan eksekutif mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping adalalah satu periode.
  2. Pejabat presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping

Pasal 37

Sistem dan mekanisme pemilihan

  1. Sistem pemilihan presiden / formatur BEM dilakukan secara langsung umum,bebas,rahasia,jujur dan adil.
  2. Mekanisme pemilihan presiden / formatur BEM diatur secara sendiri didalam ketentuan yangditetapkan dalam kongres.

Pasal 38

Pengesahan dan pengakuan

  1. Pengurus badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam lubuksikaping disahkan dalam suatu keputusan Majelis Perwakilan Mahasiswa dan dilanti oleh Majelis Perwakilan Mahasiswa.
  2. Pengurus badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping dikukuhkan oleh pimpinan Sekolah Tinggi.

Pasal 39

Pertanggung jawaban

  1. Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping bertanggung jawab kepada KEMA STAI melalui kongres KEMA STAI..
  2. Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping secara administarasi bertanggung jawab kepada MPM STAI dan Pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam.

BAB VIII

UNIT KEGIATAN KEMAHASISWAAN

Pasal 40

Status dan kedudukan

  1. Unit kegiatan Mahasiswa adalah pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan dalam bidang tertentu.
  2. Unit kegiatan mahasiswa merupakan kelengkapan organisasi fungsional KEMA STAI yang kedudukan ditingkat Sekolah Tinggi.

Pasal 41

Tugas dan Wewenang

  1. Menampung dan mengembangkan dan melaksanakan kegiatan minat bakat, keilmuan,dan bidang tertentu lainya ditingkat Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping.
  2. Mengkoordinasikan dan mensinkronisasikan setiap kegiatan kepada HMJ STAI .
  3. Memberikan saran dan usulan kepada HMJ STAI sehubungan dengan bidangnya masing-masing.

Pasal 42

Pengurus

Formasi syarat-syarat pengurus dan pola kepengurusan disesuaikan dengan kondisi masing-masing Unit Kegiatan Kusus Mahasiswa.

Pasal 43

Masa kepengurusan

  1. Masa kepengurusan Unit Kegitan Mahasiswa adalah 1 ( satu ) tahun peiode.
  2. Pejabat Ketua Unit Kegitan Mahasiswa tidak dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya.

BAB IX

NIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN

Pasal 44

Status dan kedudukan

  1. Himpunan Mahasiswa Jurusan merupakan pelaksana fungsi Eksekutif Kegitan Eksetra Kuliler kemahasiswaan ditingkat jurusan dan merupakan bagian integral dari KEMA STAI .
  2. b. Himpunan Mahasiswa Jurusan merupakan kelengkapan organisasi struktur KEMA STAI yang berkekedudkan ditingkat jurusan.

Pasal 45

Tugas dan Wewenang

  1. Himpunan Mahasiswa Jurusan mempunyai tugas:

–         Melaksanakan dan menegakkan AD/ART KEMA STAI , GBPK dan ketetapan-ketetapan Musyawarah Mahasiswa Jurusan.

–         Mepersiapkan dan mel;aksanakan kegitan ekstrakulikuler kemahasiswaan ditingkat jurusan.

–         Mengkoordinasikan kegiatan ekstrakulikuler kemahasiswaan terutama tingkat Sekolah Tinggi Agama Islam,  regional nasional dan internasional dari HMJ STAI.

–         Memberi pertanggung jawaban kegiatan ekstrakulikuler kepada BEM STAI.

–         Meminta persetujuan BEM tentang rencana peraturan dan usulan-usulan yang berkaitan dengan kepentingan Mahasiswa di jurusan.

  1. Himpunan Mahasiswa Jurusan Mempunyai wewenang :

–         Mengesahkan dan menetapkan rancangan kegitan ekstrakulikuler mahasiswa ditingkat jurusan.

–         Mengesahkan dan menetapkan susunan personalia kepanitiaan kegiatan ekstrakulikuler.

–         Mengkoordinasi dan mengsinkronisasikan kegiatan ekstrakulikuler kemahasiswaan.

Pasal 46

Pengurus

  1. Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan sekurang-kurangnya terdiri dari seorang ketua ,sekretaris umum dan bendahara umum.
  2. Kepengurusan HMJ harus sudah terpenuhi terhitung 20 hari sejak ketua/ formatur terpilih.
  3. Syarat-syarat pengurus :

–         Anggota KEMA STAI

–         Terdaftar sebagai mahasiswa STAI minimal pada semester 1 dan maksimal smester IX.

–         Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk duduk sebagai pengurus HMJ.

Pasal 47

Masa kepengurusan

  1. Masa kepengurusan HMJ adalah satu tahun periode kepengurusan.
  2. Pejabat ketua HMJ tidak dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya.

Pasal 48

Sistem dan Mekanisme Pemilihan

Ketua / Formatur

  1. Sistem pemilihan Ktua/Formatur HMJ dilakukan secara lansung umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.
  2. Mekanisme pemilihan Ketua/Formatur HMJ diatur secara tersendiri didalam ketentuanyang ditetapkan dalam musyawarah mahasiswa jurusan .

Pasal 49

Pengesahan dan Pengakuan

  1. Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuksikaping disahkan dalam satu keputusan dan dilantik oleh BEM STAI.
  2. Pengurus HMJ Sekolah Tinggi Agama Islam dilakukan oleh BEM STAI.

Pasal 50

Pertanggung Jawaban

  1. Pengurus HMJ bertanggung jawab kepada BEM melalui Musyawarah Mahasiswa Jurusan.
  2. Pengurus HMJ secara administrasi bertanggung jawab kepada pimpinan jurusan.

BAB X

ATURAN PENUTUP

Pasal 51

Hal-hal yang tidak tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga ini dapat diatur dalam ketentuan tersendiri menurut Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga KEMA STAI.

Pasal 52

Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga KEMA STAI ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai pada perubahan lebih lanjut.

Ditetapkan        :

Tnggal              :

Dalam              :

Pimpinan Sidang

Ttd              Ttd                   Ttd

(              )  (                 )   (                )

Catatan            :

AD/ART sebelumnya dibahas dan disahkan dalam siding pleno III kongres I KEMA STAI,Terlebih dahulu dibahas dan ditinjau dalam siding komisi A

Komisi A

Pimpinan siding :

Natulen                        :

Anggota siding  :

Metode Irfani

1. Riyadhah

Tafakur

Tazkiyat

An-Nafs

Dzikrullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: