demo HMI

Rabu, 10 March 2010

HMI Kecam Peristiwa Makassar

Pasaman—Puluhan activist yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pasaman, Rabu (10/03) menggelar aksi damai mendatangai gedung Polres Pasaman sebagai bentuk solidaritas atas penyerangan rekan mereka dan sekretariat HMI di Makassar oleh sejumlah oknum Polisi. Aksi damai tersebut dimulai dengan melakukan Long March di sepanjang jalan protokol Jalan Jendral Sudirman Lubuksikaping menuju gedung Polres Pasaman. Usai di Polres mereka kemudian bergerak ke gedung DPRD Pasaman.

Dalam aksi damai yang mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian tersebut, sejumlah aktivis mahasiswa membawa salebaran dan poster, berbagai tulisan yang ada dalam slogan tersebut. Salah satunya adalah Stop kekerasan terhadap mahasiswa, hal ini sebagai ungkapan rasa kekecewaaan mereka terhadap oknum polisi yang melakukan tindak kekerasan terhadap rekan mereka di Makassar.

Setelah melakukan orasi dan melagukan yel yel di hadapan gedung Polres Pasaman, sekitar pukul 10. 40 Wib akhirnya para mahasiswa HMI yang ingin menyampaikan aspirasinya di izinkan masuk dan diterima langsung oleh Kapolres Pasaman. Dihadapan para mahasiswa Kapolres mengatakan dirinya menghargai setiap aksi unjuk rasa untuk menyampaikan seluruh aspirasi masyarakat.

“Silahkan melakukan unjuk rasa dan mengemukakan pendapat, namun saya harapkan semua peserta aksi unjuk rasa agar melakukannya dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di tengah masyarakat Pasaman,” kata Kapolres Gatot Santoso didampingi Waka Polres Harseno dan Kabag Bina Mitra Yusrizal.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, semua aspirasi yang telah disampaikan kepadanya akan disalurkan kepada Kapolda seperti yang diharapkan mahaiswa. Saat dimintai keterangan tentang terjadinya peristiwa di Makassar yang dilakukan oleh Polri, Kapolres menolak dan mengatakan bahwa apa yang terjadi di Makassar tersebut adalah diluar wewenangnya. Namun demikian Kapolres berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa secepatnya ke Kapolda Sumbar.

Sementara itu, Ketua Cabang HMI Pasaman Ali mengatakan ada beberapa hal yang disampaikan dalam aksi tersebut. Salah satunya HMI sebagai kaum intelektual muda dan tempat generasi muda dikader menjadi calon pemimpin bangsa tidak pernah berhadapan dengan warga, karena diakui Ali HMI memilki basis perjuangan yakni rakyat. “HMI sebenarnya bukan menjadi kekuatan suatu kelompok yang terbiasa melakukan tindakan anarkis,” ujarnya di sela sela pertemuan tersebut.

Ali juga menambahkan dengan beberapa isu local agar aparat polisi yang bertugas dijalan agar melakukan tugasnya sesuai aturan yang berlaku, jangan memperjual belikan hukum dan undang undang. “Saya risih karena selama ini, termasuk saya sendiri pernah di stop dijalanan dan diminta oleh oknum polisi agar diselesaiakn dengan hitung-hitungan. Kita berharap ini tak terulang lagi,” kata Ali.

Datangi DPRD Pasaman

Usai melakukan audiensi dengan pihak Polres Pasaman HMI melanjutkan aksinya dengan mendatangi kantor DPRD Pasaman untuk bertemu dengan para wakil wakil rakyat. Namun HMI merasa kecewa karena kedatangan mereka hanya disambut satu orang anggota DPRD Pasaman dari 30 orang jumlah anggota DPRD.

Meski demikian perwakilan HMI Pasaman yang dikomandoi Ali sangat kecewa karena sambutan DPRD yang diluar dugaan mereka. Pasalnya, karena hanya dihadiri satu orang anggota DPRD saja. Jika demikian halnya, jelas Ali mereka akan hadir kembali bersama rekan rekanya untuk melakukan aksi. “Kita akan datang kembali dan kita minta DPRD jangan memandang mahasiswa sebelah mata,” tegas Ali.

Menyikapi kedatangan HMI tersebut ke gedung DPRD Pasaman Edi Ahmad, Wakil Ketua DPRD Pasaman mengatakan, kedatangan mahasiswa tersebut disambut dengan rasa senang, kendati diakui keberadaan anggota DPRD tidak berada ditempat. Saat itu hanya dia yang berada di DPRD, karena itu dirinya akan mengkomunikasikan aspirasi mahasiswa tersebut secara kelembagaan.

“Kita akan musyawarahkan bersama rekan rekan anggota DPRD yang lain, apa yang akan disampaikan para mahasiswa trsebut, karena secara kelembagaan kita berjumlah 30 orang, saya tidak bisa memutuskan sendiri di lembaga ini.” kata Edi Ahmad. (andika/cal/mus)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: